membuat Bakteri Fotosintesis,
Bahan :
1 Buah Telur
1 sdm MSG (Vetsin, Penyedap Rasa)
Air bersih.
Botol bekas air minum 1500ml atau ukuran lainnya
Cara :
- Kocok telur dengan msg sampai tercampur rata.
- Isi botol air mineral dgn air bersih, tetapi jangan sampai penuh, sisakan ruang kosong utk mengocok isinya.
- Masukkan 1,5 sendok makan campuran telur dan msg ke dalam botol berisi air tadi.
- Campuran Telur dan MSG tadi bisa utk beberapa botol.
- Tutup rapat, kocok botol sampai berwarna keruh.
- Jemur di tempat yg terkena sinar matahari langsung, selama 15 s.d 30 hari, sampai berwarna merah.
- Siap di gunakan.
Dosis
utk sayuran dan bunga 50ml per 20 L
utk tanaman buah 100ml per 20 L
Siramkan ke seluruh tanaman dan kocorkan ke media tanam dengan selang waktu 5 s.d 7 hari.
Penggunaan di siang hari, krn bakteri ini membutuhkan sinar matahari.
Manfaat dari Photosynthetic Bacteria (PSB) ini antara lain :
- Membantu menstimulasi kekebalan tanaman dengan baik. Membuat kulit kayu atau batang yang kuat. Lebih tahan terhadap serangga.
- Membantu menstimulasi pertumbuhan akar tanaman untuk berkembang dan bercabang dengan baik, sehingga menghasilkan jumlah serat yang baik.
- Bila digunakan secara teratur dan terus menerus. Bisa mengurangi pemakaian suplemen. Pupuk bisa dikurangi hingga 50%, sehingga menurunkan biaya produksi.
- Jika PSB dikombinasikan dengan pupuk hasil fermentasi. Ini akan meningkatkan produktivitas dan meningkatkan kualitas pupuk.
- Untuk mempercepat tanaman berbunga seperti lemon, tomat, mangga, manggis, dll.
Monday, May 28, 2018
Cara menanam sayuran dengan sistem hidroponik
Cara Menanam Sayuran Hidroponik
Ada dua macam teknik utama dalam cara bercocok tanam hidroponik.
1 Teknik menanam hidroponik menggunakan larutan nutrisi
2 Teknik menanam hidroponik menggunakan media pengganti
Perbedaan mendasar dari kedua teknik di atas adalah sebagai berikut:
Pada teknik yang pertama, kita tidak membutuhkan media tanam keras sebagai tempat pertumbuhan akarnya, tetapi cukup menggunakan media larutan nutrisi/air. Metode yang menggunakan larutan tidak membutuhkan media keras untuk pertumbuhan akar, hanya cukup dengan larutan mineral bernutrisi. Contoh cara dalam teknik larutan yang umum dipakai adalah teknik larutan statis dan teknik larutan alir.
Sedangkan untuk teknik yang kedua, kita menggunakan media substitusi untuk menggantikan peran tanah sebagai tempat pertumbuhan akar tanaman. Dalam hal ini kita bisa memanfaatkan media sabut kelapa, akr/batang pakis, pasir, pecahan batu bata/genteng , serbuk kayu, dan lain-lain sebagainya.
Pada postingan yang ini kita tidak akan membahas keduanya karena akan menjadikan postingan ini terlalu panjang dan pastinya membuat anda lelah membacanya. maka, kita hanya akan membahas teknik yang pertama saja yaitu cara menanam hidroponik menggunakan media air/larutan.
CARA MENANAM HIDROPONIK DENGAN MEDIA AIR
1. Teknik Larutan Statis
Teknik larutan statis artinya air/larutan nutrisi tidak perlu kita alirkan. Teknik ini termasuk teknik paling kuno yang sudah dipraktekkan oleh nenek moyang kita. Dalam teknik menanam hiroponik larutan statis, tanaman disemai pada media tertentu seperti ember plastik, baskom, bak semen, atau tangki. Usahakan untuk memilih media yang berwarna gelap atau tidak tembus cahaya. Hal ini ditujukan untuk menghindari tumbuhnya lumut di dalam bak/wadah larutan. Kalaupun adanya wadah berwarna bening/transparan, silahkan anda bungkus terlebih dahulu menggunakan plastik hitam atau alumunium foil yang tidak tembus cahaya.
Karena air/larutan nutrisi tidak dialirkan, maka ketinggian larutan diusahakan selalu serendah mungkin sehingga akar tanaman berada di atas larutan, dan dengan demikian tanaman akan cukup memperoleh oksigen.
Untuk menghasilkan gelembung oksigen dalam larutan, bisa menggunakan pompa akuarium. Larutan bisa diganti secara teratur, misalnya setiap minggu, atau apabila larutan turun di bawah ketinggian tertentu bisa diisi kembali dengan air atau larutan bernutrisi yang baru.
CARA MENANAM HIDROPONIK DENGAN BOTOL BEKAS
2. Teknik Larutan Alir
Teknik Larutan Alir adalah suatu cara bertanam hidroponik yang dilakukan dengan mengalirkan terus menerus larutan nutrisi dari tangki besar melewati akar tanaman. Teknik ini lebih mudah untuk pengaturan karena suhu dan larutan nutrisi dapat diatur dari tangki besar yang bisa dipakai untuk tanaman hidroponik skala besar. Salah satu teknik yang banyak dipakai dalam cara Teknik menanam hidroponik larutan Alir ini adalah teknik lapisan nutrisi (nutrient film technique) atau sering disebut sebagai 'teknik hidroponik NFT'.
Teknik hidroponik NFT menggunakan parit buatan yang terbuat dari lempengan logam tipis anti karat, dan tanaman disemai di parit tersebut. Di sekitar saluran parit tersebut dialirkan air mineral bernutrisi sehingga sekitar tanaman akan terbentuk lapisan tipis yang dipakai sebagai makanan tanaman. Parit dibuat dengan aliran air yang sangat tipis lapisannya sehingga cukup melewati akar dan menimbulkan lapisan nutrisi disekitar akar dan terdapat oksigen yang cukup untuk tanaman.
Itulah dua teknik cara menanam hidroponik dengan media air/larutan nutrisi.
Nah, seperti yang saya janjikan di atas, sekarang kita akan belajar cara menanam hidroponik sederhana di rumah menggunakan bahan dan alat seadanya.
Cara Bertanam Hidroponik Sederhana di Rumah
Ada dua teknik sederhana yang akan saya bahas, yaitu hidroponik sistem wick (mewakili teknik larutan statis) dan hidroponik sistem NFT (mewakili teknik larutan alir)
1. MENANAM HIDROPONIK SISTEM Wick.
Kata 'wick' kalau tidak salah berarti sumbu. Maka sistem wick biasa disebut juga sistem sumbu. Sistem hidroponik ini menggunakan sumbu yang dipasangkan ke media/pot tanaman yang berfungsi untuk mengalirkan larutan nutrisi dari bawah (penampung) ke atas (akar tanaman). Rockwool adalah media yang akan menyerap air nutrisi yang dibawa kain flanel, sehingga akar-akar muda tanaman akan menyerapnya dari rockwool. Semakin besar, akar tanaman akan keluar dari rockwool dan merayap melalui kain flanel menuju larutan nutrisi di bagian bawah dan mengisapnya sendiri.
Sistem ini merupakan sistem yang paling mudah, dan murah, dan sangat cocok untuk tahap belajar, terutama untuk para pemula atau hobi tanaman indoor.
Bahan yang dibutuhkan :
Botol bekas ukuran 600 ml
Media tanam : disarankan Rockwool (bisa beli di toko pertanian atau online) Alternatif lain kalau repot bisa diganti sama dacron, busa bekas, gulungan kapas, atau kain flanel yang digulung.
Sumbu : Bisa menggunakan sumbu kompor / kain flanel / kain yang menyerap air
CARA MEMBUAT MEDIA TANAM HIDROPONIK SSEDERHANA
Potong botol air mineral menjadi 2 bagian
Lubangi bagian atas leher botol di dua sisi dengan solder atau paku yang dipanasi.
Masukan sumbu/kain flanel yang sudah dipotong memanjang melalui dua lubang tadi
Pasang terbalik bagian atas botol ke bagian bawah botol.
Media tanam hidroponik sederhana sudah siap digunakan.
Langkah berikutnya menyiapkan benih tanaman yang akan kita tanam. Untuk latihan saya sarankan tanaman sayuran hidroponik yang gampang tumbuh seperti sawi atau selada.
CARA MENYEMAI BENIH HIDROPONIK MENGGUNAKAN ROCKWOOL
Potong-potong rockwool dengan ukuran 2,5 x 2,5.
Basahi rockwool dengan air dengan cara dicipratkan atau disemprot kecil agar rockwool tidak terlalu basah / digenangi air. Tempatkan di nampan atau kotak plastik bekas yang ada.
Lubangi bagian tengah setiap rockwool dengan lidi/tusuk gigi. Jangan buat lubang terlalu dalam, cukup kira-kira 2 mm saja.
Masukkan benih tanaman ke dalam lubang yang sudah dibuat di atas rockwool.
Tutup wadah dengan kantong plastik hitam dan tempatkan di tempat yang teduh atau gelap.
Umumnya untuk sayuran seperti sawi dan selada, dalam 1-2 hari sudah sprout/pecah benih. Tanda sprout adalah dengan munculnya calon akar (putih-putih) dan menyembul calon daun.
Kalau sudah ada yang pecah benih, segera jemur wadah berisi benih tersebut di bawah sinar matahari pagi sampai siang. Kalau matahari sudah terik, cukup simpan di tempat yang terang dan tidak perlu ditutup lagi oleh plastik hitam.
Terlambat mengenalkan pada sinar matahari bisa mengakibatkan etiolasi.
Lakukan setiap hari. Tambahkan atau semprotkan air agar rockwool tetap basah dan lembab jika dirasa media sudah kering.
Ciri benih yang sudah siap tanam adalah sudah tumbuh daun sejati. Pada saat ini tanaman siap dipindah ke media hidroponik untuk mendapatkan nutrisi tambahan selain air dan sinar matahari.
CARA MEMBUAT NUTRISI HIDROPONIK
Pada saat benih tanaman sudah siap dipindahkan dari media semai ke media tanam, nutrisi hidroponik harus segera disiapkan.
Dalam sitem bertanam hidroponik dikenal nutrisi dengan istilah AB MIX.
AB MIX ini biasa dijual di toko pertanian
Ada yang masih dalam bentuk bubuk, ada juga yang sudah dalam bentuk larutan cair. Kalau anda membeli dalam bentuk bubuk, baca panduan cara melarutkannya. Biasanya dicantumkan dalam kemasannya.
Ada bebeberapa jenis AB MIX. Untuk sayuran, pastikan anda membeli AB MIX Daun (sayuran daun). Kecuali kalau nanti anda menanam tanaman buah, AB MIX yang harus disiapkan juga khusus untuk buah. AB MIX terdiri dari 2 larutan cair yang terpisah, yaitu larutan A dan larutan B. Kedua larutan nutrisi ini adalah larutan pekat yang dalam penggunaannya nanti harus dicampur lagi dengan air.
Takaran pencampurannya adalah sebagai berikut:
larutan A 5 ml
larutan B 5 ml
air 1 liter
Campurkan ketiga bahan diatas, aduk sampai bercampur sempurna. Larutan nutrisi siap digunakan.
CARA MEMINDAH BENIH KE MEDIA TANAM HIDROPONIK
Siapkan botol bekas yang sudah dibuat sebelumnya.
Isi bagian bawah botol dengan larutan nutrisi.
Pindahkan rockwool yang berisi tanaman yang sudah berdaun empat ke bagian dalam botol bagian atas yang sudah diisi kain flanel.
Pasangkan kedua bagian botoldan selesai tanaman sudah jadi mudahkan
PERAWATAN TANAMAN HIDROPONIK
Ketika tanaman tumbuh semakin membesar, kebutuhan nutrisi juga semakin besar. Karena itu minimal seminggu sekali larutan nutrisi harus ditambah. Kalau di awal campuran nutrisi adalah ; 5ml + 5ml + 1 lt. Minggu kedua naikkan menjadi 6ml + 6ml + 1lt. begitu seterusnya sampai tanaman siap panen.
Jangan biarkan larutan nutrisi di botol bagian bawah kosong karena akan menyebabkan tanaman mati kekeringan. Botol yang berisi larutan nutrisi rentan terkena lumut karena paparan sinar matahari. Karena itu, kalau mau, lapisi botol bagian bawah dengan kertas warna gelap. Atau cat dengan warna hitam. Tapi, karena saya menggunakan botol-botol ini tanpa pelapis, biasanya pada saat pergantian nutrisi, saya bersihkan lumut-lumut yang menempel hingga bersih kembali.
Alternatif lain selain menggunakan botol bekas air mineral, sebenarnya kita bisa juga menggunakan baskom atau tempat plastik lainnya. Tempat/ media menempatkan rockwool berisi tanaman bisa menggunakan pot kecil atau bekas gelas air mineral yang dilubangi ujung bawahnya dan dipasangi sumbu/kain flanel. Untuk menutup baskom/wadah plastiknya dapat menggunakan styrofoam yang dilubangi sehingga pot-pot akan menggantung dan tidak menyentuh air. dengan cara seperti ini, kita bisa menempatkan beberapa pot tanaman sekaligus.
NAH ITU SEDIKIT PENGETAHUAN BUAT SAHABAT SEMUA.
Semoga bermanfaat
Salam berkebun
Jangan lupa like dan komentnya
Ada dua macam teknik utama dalam cara bercocok tanam hidroponik.
1 Teknik menanam hidroponik menggunakan larutan nutrisi
2 Teknik menanam hidroponik menggunakan media pengganti
Perbedaan mendasar dari kedua teknik di atas adalah sebagai berikut:
Pada teknik yang pertama, kita tidak membutuhkan media tanam keras sebagai tempat pertumbuhan akarnya, tetapi cukup menggunakan media larutan nutrisi/air. Metode yang menggunakan larutan tidak membutuhkan media keras untuk pertumbuhan akar, hanya cukup dengan larutan mineral bernutrisi. Contoh cara dalam teknik larutan yang umum dipakai adalah teknik larutan statis dan teknik larutan alir.
Sedangkan untuk teknik yang kedua, kita menggunakan media substitusi untuk menggantikan peran tanah sebagai tempat pertumbuhan akar tanaman. Dalam hal ini kita bisa memanfaatkan media sabut kelapa, akr/batang pakis, pasir, pecahan batu bata/genteng , serbuk kayu, dan lain-lain sebagainya.
Pada postingan yang ini kita tidak akan membahas keduanya karena akan menjadikan postingan ini terlalu panjang dan pastinya membuat anda lelah membacanya. maka, kita hanya akan membahas teknik yang pertama saja yaitu cara menanam hidroponik menggunakan media air/larutan.
CARA MENANAM HIDROPONIK DENGAN MEDIA AIR
1. Teknik Larutan Statis
Teknik larutan statis artinya air/larutan nutrisi tidak perlu kita alirkan. Teknik ini termasuk teknik paling kuno yang sudah dipraktekkan oleh nenek moyang kita. Dalam teknik menanam hiroponik larutan statis, tanaman disemai pada media tertentu seperti ember plastik, baskom, bak semen, atau tangki. Usahakan untuk memilih media yang berwarna gelap atau tidak tembus cahaya. Hal ini ditujukan untuk menghindari tumbuhnya lumut di dalam bak/wadah larutan. Kalaupun adanya wadah berwarna bening/transparan, silahkan anda bungkus terlebih dahulu menggunakan plastik hitam atau alumunium foil yang tidak tembus cahaya.
Karena air/larutan nutrisi tidak dialirkan, maka ketinggian larutan diusahakan selalu serendah mungkin sehingga akar tanaman berada di atas larutan, dan dengan demikian tanaman akan cukup memperoleh oksigen.
Untuk menghasilkan gelembung oksigen dalam larutan, bisa menggunakan pompa akuarium. Larutan bisa diganti secara teratur, misalnya setiap minggu, atau apabila larutan turun di bawah ketinggian tertentu bisa diisi kembali dengan air atau larutan bernutrisi yang baru.
CARA MENANAM HIDROPONIK DENGAN BOTOL BEKAS
2. Teknik Larutan Alir
Teknik Larutan Alir adalah suatu cara bertanam hidroponik yang dilakukan dengan mengalirkan terus menerus larutan nutrisi dari tangki besar melewati akar tanaman. Teknik ini lebih mudah untuk pengaturan karena suhu dan larutan nutrisi dapat diatur dari tangki besar yang bisa dipakai untuk tanaman hidroponik skala besar. Salah satu teknik yang banyak dipakai dalam cara Teknik menanam hidroponik larutan Alir ini adalah teknik lapisan nutrisi (nutrient film technique) atau sering disebut sebagai 'teknik hidroponik NFT'.
Teknik hidroponik NFT menggunakan parit buatan yang terbuat dari lempengan logam tipis anti karat, dan tanaman disemai di parit tersebut. Di sekitar saluran parit tersebut dialirkan air mineral bernutrisi sehingga sekitar tanaman akan terbentuk lapisan tipis yang dipakai sebagai makanan tanaman. Parit dibuat dengan aliran air yang sangat tipis lapisannya sehingga cukup melewati akar dan menimbulkan lapisan nutrisi disekitar akar dan terdapat oksigen yang cukup untuk tanaman.
Itulah dua teknik cara menanam hidroponik dengan media air/larutan nutrisi.
Nah, seperti yang saya janjikan di atas, sekarang kita akan belajar cara menanam hidroponik sederhana di rumah menggunakan bahan dan alat seadanya.
Cara Bertanam Hidroponik Sederhana di Rumah
Ada dua teknik sederhana yang akan saya bahas, yaitu hidroponik sistem wick (mewakili teknik larutan statis) dan hidroponik sistem NFT (mewakili teknik larutan alir)
1. MENANAM HIDROPONIK SISTEM Wick.
Kata 'wick' kalau tidak salah berarti sumbu. Maka sistem wick biasa disebut juga sistem sumbu. Sistem hidroponik ini menggunakan sumbu yang dipasangkan ke media/pot tanaman yang berfungsi untuk mengalirkan larutan nutrisi dari bawah (penampung) ke atas (akar tanaman). Rockwool adalah media yang akan menyerap air nutrisi yang dibawa kain flanel, sehingga akar-akar muda tanaman akan menyerapnya dari rockwool. Semakin besar, akar tanaman akan keluar dari rockwool dan merayap melalui kain flanel menuju larutan nutrisi di bagian bawah dan mengisapnya sendiri.
Sistem ini merupakan sistem yang paling mudah, dan murah, dan sangat cocok untuk tahap belajar, terutama untuk para pemula atau hobi tanaman indoor.
Bahan yang dibutuhkan :
Botol bekas ukuran 600 ml
Media tanam : disarankan Rockwool (bisa beli di toko pertanian atau online) Alternatif lain kalau repot bisa diganti sama dacron, busa bekas, gulungan kapas, atau kain flanel yang digulung.
Sumbu : Bisa menggunakan sumbu kompor / kain flanel / kain yang menyerap air
CARA MEMBUAT MEDIA TANAM HIDROPONIK SSEDERHANA
Potong botol air mineral menjadi 2 bagian
Lubangi bagian atas leher botol di dua sisi dengan solder atau paku yang dipanasi.
Masukan sumbu/kain flanel yang sudah dipotong memanjang melalui dua lubang tadi
Pasang terbalik bagian atas botol ke bagian bawah botol.
Media tanam hidroponik sederhana sudah siap digunakan.
Langkah berikutnya menyiapkan benih tanaman yang akan kita tanam. Untuk latihan saya sarankan tanaman sayuran hidroponik yang gampang tumbuh seperti sawi atau selada.
CARA MENYEMAI BENIH HIDROPONIK MENGGUNAKAN ROCKWOOL
Potong-potong rockwool dengan ukuran 2,5 x 2,5.
Basahi rockwool dengan air dengan cara dicipratkan atau disemprot kecil agar rockwool tidak terlalu basah / digenangi air. Tempatkan di nampan atau kotak plastik bekas yang ada.
Lubangi bagian tengah setiap rockwool dengan lidi/tusuk gigi. Jangan buat lubang terlalu dalam, cukup kira-kira 2 mm saja.
Masukkan benih tanaman ke dalam lubang yang sudah dibuat di atas rockwool.
Tutup wadah dengan kantong plastik hitam dan tempatkan di tempat yang teduh atau gelap.
Umumnya untuk sayuran seperti sawi dan selada, dalam 1-2 hari sudah sprout/pecah benih. Tanda sprout adalah dengan munculnya calon akar (putih-putih) dan menyembul calon daun.
Kalau sudah ada yang pecah benih, segera jemur wadah berisi benih tersebut di bawah sinar matahari pagi sampai siang. Kalau matahari sudah terik, cukup simpan di tempat yang terang dan tidak perlu ditutup lagi oleh plastik hitam.
Terlambat mengenalkan pada sinar matahari bisa mengakibatkan etiolasi.
Lakukan setiap hari. Tambahkan atau semprotkan air agar rockwool tetap basah dan lembab jika dirasa media sudah kering.
Ciri benih yang sudah siap tanam adalah sudah tumbuh daun sejati. Pada saat ini tanaman siap dipindah ke media hidroponik untuk mendapatkan nutrisi tambahan selain air dan sinar matahari.
CARA MEMBUAT NUTRISI HIDROPONIK
Pada saat benih tanaman sudah siap dipindahkan dari media semai ke media tanam, nutrisi hidroponik harus segera disiapkan.
Dalam sitem bertanam hidroponik dikenal nutrisi dengan istilah AB MIX.
AB MIX ini biasa dijual di toko pertanian
Ada yang masih dalam bentuk bubuk, ada juga yang sudah dalam bentuk larutan cair. Kalau anda membeli dalam bentuk bubuk, baca panduan cara melarutkannya. Biasanya dicantumkan dalam kemasannya.
Ada bebeberapa jenis AB MIX. Untuk sayuran, pastikan anda membeli AB MIX Daun (sayuran daun). Kecuali kalau nanti anda menanam tanaman buah, AB MIX yang harus disiapkan juga khusus untuk buah. AB MIX terdiri dari 2 larutan cair yang terpisah, yaitu larutan A dan larutan B. Kedua larutan nutrisi ini adalah larutan pekat yang dalam penggunaannya nanti harus dicampur lagi dengan air.
Takaran pencampurannya adalah sebagai berikut:
larutan A 5 ml
larutan B 5 ml
air 1 liter
Campurkan ketiga bahan diatas, aduk sampai bercampur sempurna. Larutan nutrisi siap digunakan.
CARA MEMINDAH BENIH KE MEDIA TANAM HIDROPONIK
Siapkan botol bekas yang sudah dibuat sebelumnya.
Isi bagian bawah botol dengan larutan nutrisi.
Pindahkan rockwool yang berisi tanaman yang sudah berdaun empat ke bagian dalam botol bagian atas yang sudah diisi kain flanel.
Pasangkan kedua bagian botoldan selesai tanaman sudah jadi mudahkan
PERAWATAN TANAMAN HIDROPONIK
Ketika tanaman tumbuh semakin membesar, kebutuhan nutrisi juga semakin besar. Karena itu minimal seminggu sekali larutan nutrisi harus ditambah. Kalau di awal campuran nutrisi adalah ; 5ml + 5ml + 1 lt. Minggu kedua naikkan menjadi 6ml + 6ml + 1lt. begitu seterusnya sampai tanaman siap panen.
Jangan biarkan larutan nutrisi di botol bagian bawah kosong karena akan menyebabkan tanaman mati kekeringan. Botol yang berisi larutan nutrisi rentan terkena lumut karena paparan sinar matahari. Karena itu, kalau mau, lapisi botol bagian bawah dengan kertas warna gelap. Atau cat dengan warna hitam. Tapi, karena saya menggunakan botol-botol ini tanpa pelapis, biasanya pada saat pergantian nutrisi, saya bersihkan lumut-lumut yang menempel hingga bersih kembali.
Alternatif lain selain menggunakan botol bekas air mineral, sebenarnya kita bisa juga menggunakan baskom atau tempat plastik lainnya. Tempat/ media menempatkan rockwool berisi tanaman bisa menggunakan pot kecil atau bekas gelas air mineral yang dilubangi ujung bawahnya dan dipasangi sumbu/kain flanel. Untuk menutup baskom/wadah plastiknya dapat menggunakan styrofoam yang dilubangi sehingga pot-pot akan menggantung dan tidak menyentuh air. dengan cara seperti ini, kita bisa menempatkan beberapa pot tanaman sekaligus.
NAH ITU SEDIKIT PENGETAHUAN BUAT SAHABAT SEMUA.
Semoga bermanfaat
Salam berkebun
Jangan lupa like dan komentnya
Cara membuat tanaman mangga cepat berbuah
TIPS MERANGSANG POHON MANGGA SEGERA BERBUAH (USIA BERBUAH)
Mungkin diantara kawan2 pecinta tanaman buah, terutama tanaman Mangga mengalami masalah yang menjengkelkan, yaitu pohon sudah saatnya berbuah tapi tak kunjung berbuah. Daun, dahan, cabang2 banyak tapi tak menampakan tanda tanda akan berbuah.
Nah berikut cara mudah merangsang tanaman mangga segera berbuah, bahkan dapat membuat pohon mangga Anda berbuah diluar musimnya.
*Pemangkasan daun(purning)
Pemangkasan daun bertujuan agar daun yang terlalu lebat bisa dikurangi, karena daun dan ranting yang terlalu lebat dapat menghalangi sinar matahari yang merupakan sumber energi bagi pohon dan juga bertujuan agar nutrisi yang dihasilkan oleh tanaman dapat terfokus pada proses pembuahan.
Pemangkasan ranting dan daun sampai tersisa sedikit.
*Stressing air
Maksudnya adalah tidak melakukan penyiraman sampai pohon layu, kemudian dengan tiba-tiba menambah air sampai akar tergenang air hingga pangkalnya dalam kurun waktu tertentu
*Mengelupas Kulit Batang
Mengelupas kulit batang pohon dengan berbentuk lingkaran, ini berguna untuk menghambat proses pengangkutan sumber makanan sehingga nanti akan mengakibatkan penumpukan makanan pada pohon mangga, proses fotosintesis ini di harapkan akan mempercepat tumbuh bunga.
*Melukai kulit batang dengan pemakuan
Cara ini bisa dilakukan dengan cara melakukan pemakuan pada batang dengan posisi kira-kira 3-5 cm dari atas permukaan tanah
*Mengikat batang pohon dengan kawat
Mengikat batang pohon dengan menggunakan kawat berfungsi untuk menghambat proses fotosintesis pada pembuluh floem, dampaknya pada percabangan pohon akan merangsang pertumbuhan bunga.
Cara tersebut diatas adalah pilihan, jadi sebaiknya jagan dilakukan sekaligus dalam satu waktu, cukuplah coba satu cara saja, jika belum berhasil silahkan coba lagi cara lainnya.
Semoga info ini bermanfaat.
Salam berkebun.
Berbagi itu indah.
Jangan lupa like dan komentnya π π π
Mungkin diantara kawan2 pecinta tanaman buah, terutama tanaman Mangga mengalami masalah yang menjengkelkan, yaitu pohon sudah saatnya berbuah tapi tak kunjung berbuah. Daun, dahan, cabang2 banyak tapi tak menampakan tanda tanda akan berbuah.
Nah berikut cara mudah merangsang tanaman mangga segera berbuah, bahkan dapat membuat pohon mangga Anda berbuah diluar musimnya.
*Pemangkasan daun(purning)
Pemangkasan daun bertujuan agar daun yang terlalu lebat bisa dikurangi, karena daun dan ranting yang terlalu lebat dapat menghalangi sinar matahari yang merupakan sumber energi bagi pohon dan juga bertujuan agar nutrisi yang dihasilkan oleh tanaman dapat terfokus pada proses pembuahan.
Pemangkasan ranting dan daun sampai tersisa sedikit.
*Stressing air
Maksudnya adalah tidak melakukan penyiraman sampai pohon layu, kemudian dengan tiba-tiba menambah air sampai akar tergenang air hingga pangkalnya dalam kurun waktu tertentu
*Mengelupas Kulit Batang
Mengelupas kulit batang pohon dengan berbentuk lingkaran, ini berguna untuk menghambat proses pengangkutan sumber makanan sehingga nanti akan mengakibatkan penumpukan makanan pada pohon mangga, proses fotosintesis ini di harapkan akan mempercepat tumbuh bunga.
*Melukai kulit batang dengan pemakuan
Cara ini bisa dilakukan dengan cara melakukan pemakuan pada batang dengan posisi kira-kira 3-5 cm dari atas permukaan tanah
*Mengikat batang pohon dengan kawat
Mengikat batang pohon dengan menggunakan kawat berfungsi untuk menghambat proses fotosintesis pada pembuluh floem, dampaknya pada percabangan pohon akan merangsang pertumbuhan bunga.
Cara tersebut diatas adalah pilihan, jadi sebaiknya jagan dilakukan sekaligus dalam satu waktu, cukuplah coba satu cara saja, jika belum berhasil silahkan coba lagi cara lainnya.
Semoga info ini bermanfaat.
Salam berkebun.
Berbagi itu indah.
Jangan lupa like dan komentnya π π π
Cara membuat tanaman hidroponik dari botol bekas
TIPS DAN CARA MEMBUAT TANAMAN HIDROPONIK DARI BOTOL BEKAS
.
Hidroponik adalah teknik bercocok tanam yang kini semakin populer karena bebas dari kotoran seperti partikel tanah, mudah dan memungkinkan tanaman yang dibudidayakan untuk tumbuh besar dan menghasilkan dengan baik. Berikut tips dan cara membuat tanaman hidroponik dari botol bekas:
1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat instalasi hidroponik
Bahan dan alat yang dibutuhkan untuk membuat instalasi hidroponik sistem sumbu adalah botol air mineral bekas minimal yang berukuran 600 ml, kain flanel, cutter dan solder atau paku untuk melubangi botol. Langkah pertama cara membuat tanaman hidroponik dari botol bekas dan instalasinya adalah memotong botol air mineral bekas secara melintang menjadi dua bagian.
.
2. Rakit alat dan bahan menjadi sebuah sistem hidroponik
Cara merakit instalasi hidroponik dari botol bekas adalah dengan cara memasang potongan botol bagian bawah dan atas, yaitu dengan cara memasukkan botol bagian atas ke botol bagian bawah sehingga leher botol yang telah dipasangi kain flanel menghadap ke bawah.
.
3. Semai benih tanaman sampai menjadi bibit siap tanam
Benih tanaman yang ingin ditanam dengan teknik hidroponik sebelumnya harus disemaikan terlebih dahulu sampai menjadi bibit dan kondisinya siap untuk dipindah tanam. Ciri-ciri bibit yang telah siap untuk dipindah tanam diantaranya bisa dilihat dari jumlah daunnya yang umumnya sudah mencapai 4 hingga 5 helai daun.
.
4. Siapkan media tanam dan larutan nutrisi
Media tanam yang akan digunakan dalam sistem hidroponik harus dipilih sebelum bibit tanaman dipindah tanam. Media tanam yang dipilih harus media tanam selain tanah, yaitu media tanam yang biasa digunakan dalam hidroponik seperti rockwool, arang sekam, cocopeat, perlite dan lain-lain. Tahap ini termasuk dalam cara membuat tanaman hidroponik dari botol bekas yang sangat penting karena media tanam dalam sistem hidroponik meskipun tidak wajib tetapi penting karena media tersebut digunakan sebagai penopang dan tempat berjangkarnya akar tanaman.
Selain menyiapkan media tanam, tahap lain yang tidak kalah pentingnya dalam cara membuat tanaman hidroponik dari botol bekas adalah tahap penyiapan larutan nutrisi. Larutan nutrisi merupakan inti dari teknik bercocok tanam hidroponik karena larutan nutrisilah yang menjadi kunci yang membuat tanaman dapat tetap hidup, tumbuh dan berkembang serta menghasilkan bagian tanaman yang dapat dipanen. Larutan nutrisi yang digunakan untuk hidroponik biasanya berupa larutan khusus yang banyak dijual secara komersial di pasaran. Pemberian nutrisi tanaman pada sistem hidroponik merupakan hal yang sangat krusial karena nutrisi yang diberikan tidak boleh kurang atau lebih. Karena itulah larutan nutrisi hidroponik umumnya telah tersedia dan dijual bebas di pasaran. Larutan nutrisi hidroponik yang dijual bebas di pasaran tersedia dari berbagai brand, salah satunya adalah nutrisi AB mix. AB mix merupakan larutan nutrisi hidroponik yang cukup terkenal dan banyak digunakan orang pelaku hidroponik.
.
5. Pindah tanam bibit tanaman
Setelah bibit tanaman dipindah tanam ke dalam sistem hidroponik dari botol bekas tersebut, tanaman harus dipelihara dengan baik agar tanaman dapat tumbuh dengan maksimal. Sistem hidroponik sumbu secara keseluruhan termasuk menggunakan botol air mineral bekas merupakan sebuah sistem di mana larutan nutrisi yang digunakan untuk menyuplai kebutuhan hara tanaman tidak bergerak atau statis. Karena itulah peluang terjadinya pengendapan larutan nutrisi menjadi besar. Untuk itu, perlu dilakukan pengucekan terhadap larutan nutrisi hidroponik yang digunakan agar unsur hara yang terkandung di dalamnya tidak mengendap. Dengan begitu, kebutuhan hara tanaman bisa selalu terpenuhi.
Semoga bermanfaat
Salam berkebun
Jangan lupa like dan komentnyaππππ
.
Hidroponik adalah teknik bercocok tanam yang kini semakin populer karena bebas dari kotoran seperti partikel tanah, mudah dan memungkinkan tanaman yang dibudidayakan untuk tumbuh besar dan menghasilkan dengan baik. Berikut tips dan cara membuat tanaman hidroponik dari botol bekas:
1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat instalasi hidroponik
Bahan dan alat yang dibutuhkan untuk membuat instalasi hidroponik sistem sumbu adalah botol air mineral bekas minimal yang berukuran 600 ml, kain flanel, cutter dan solder atau paku untuk melubangi botol. Langkah pertama cara membuat tanaman hidroponik dari botol bekas dan instalasinya adalah memotong botol air mineral bekas secara melintang menjadi dua bagian.
.
2. Rakit alat dan bahan menjadi sebuah sistem hidroponik
Cara merakit instalasi hidroponik dari botol bekas adalah dengan cara memasang potongan botol bagian bawah dan atas, yaitu dengan cara memasukkan botol bagian atas ke botol bagian bawah sehingga leher botol yang telah dipasangi kain flanel menghadap ke bawah.
.
3. Semai benih tanaman sampai menjadi bibit siap tanam
Benih tanaman yang ingin ditanam dengan teknik hidroponik sebelumnya harus disemaikan terlebih dahulu sampai menjadi bibit dan kondisinya siap untuk dipindah tanam. Ciri-ciri bibit yang telah siap untuk dipindah tanam diantaranya bisa dilihat dari jumlah daunnya yang umumnya sudah mencapai 4 hingga 5 helai daun.
.
4. Siapkan media tanam dan larutan nutrisi
Media tanam yang akan digunakan dalam sistem hidroponik harus dipilih sebelum bibit tanaman dipindah tanam. Media tanam yang dipilih harus media tanam selain tanah, yaitu media tanam yang biasa digunakan dalam hidroponik seperti rockwool, arang sekam, cocopeat, perlite dan lain-lain. Tahap ini termasuk dalam cara membuat tanaman hidroponik dari botol bekas yang sangat penting karena media tanam dalam sistem hidroponik meskipun tidak wajib tetapi penting karena media tersebut digunakan sebagai penopang dan tempat berjangkarnya akar tanaman.
Selain menyiapkan media tanam, tahap lain yang tidak kalah pentingnya dalam cara membuat tanaman hidroponik dari botol bekas adalah tahap penyiapan larutan nutrisi. Larutan nutrisi merupakan inti dari teknik bercocok tanam hidroponik karena larutan nutrisilah yang menjadi kunci yang membuat tanaman dapat tetap hidup, tumbuh dan berkembang serta menghasilkan bagian tanaman yang dapat dipanen. Larutan nutrisi yang digunakan untuk hidroponik biasanya berupa larutan khusus yang banyak dijual secara komersial di pasaran. Pemberian nutrisi tanaman pada sistem hidroponik merupakan hal yang sangat krusial karena nutrisi yang diberikan tidak boleh kurang atau lebih. Karena itulah larutan nutrisi hidroponik umumnya telah tersedia dan dijual bebas di pasaran. Larutan nutrisi hidroponik yang dijual bebas di pasaran tersedia dari berbagai brand, salah satunya adalah nutrisi AB mix. AB mix merupakan larutan nutrisi hidroponik yang cukup terkenal dan banyak digunakan orang pelaku hidroponik.
.
5. Pindah tanam bibit tanaman
Setelah bibit tanaman dipindah tanam ke dalam sistem hidroponik dari botol bekas tersebut, tanaman harus dipelihara dengan baik agar tanaman dapat tumbuh dengan maksimal. Sistem hidroponik sumbu secara keseluruhan termasuk menggunakan botol air mineral bekas merupakan sebuah sistem di mana larutan nutrisi yang digunakan untuk menyuplai kebutuhan hara tanaman tidak bergerak atau statis. Karena itulah peluang terjadinya pengendapan larutan nutrisi menjadi besar. Untuk itu, perlu dilakukan pengucekan terhadap larutan nutrisi hidroponik yang digunakan agar unsur hara yang terkandung di dalamnya tidak mengendap. Dengan begitu, kebutuhan hara tanaman bisa selalu terpenuhi.
Semoga bermanfaat
Salam berkebun
Jangan lupa like dan komentnyaππππ
Cara bertanam secara hidroponik
6 CARA BERCOCOK TANAM HiIDROPONIK BAGI PEMULA DI RUMAH
Hidroponik telah berkembang semakin pesat semenjak pertama kali diperkenalkan oleh Dr. WF. Gericke di Universitas California, Amerika Serikat. Metode bercocok tanam tanpa menggunakan tanah ini diminati oleh banyak orang untuk tujuan komersial atau sebatas menyalurkan hobi. Kini, hidroponik telah mempunyai beberapa sistem dengan praktik yang paling mudah hingga tingkat kesulitan yang tinggi.
Setidaknya, ada 6 macam sistem bercocok tanam hidroponik yang perlu Anda ketahui, yakni
1 Sistem sumbu (wick system)
2 Irigasi (drip system)
3 Pasang surut (ebb & flow)
4 NFT (nutrient film technique)
5 Rakit apung (water culture)
6 Aeroponik.
Dari keenam sistem tersebut, Anda bisa mencoba dari tingkatan yang paling mudah apabila dalam proses belajar.
Namun saya tidak akan membahas semuanya karena akan panjang materinya dan itu akan membuat anda bosan untuk membacanya jadi pada kesempatan kali ini saya akan membahas 2 dulu yaitu sistem WICK atau lebih dikenal dengan sistem SUMBU dan sistem FERTIGASI atau lebih dikenal dengan sistem IRIGASI
1. SISTEM SUMBU (WICK)
Cara bercocok tanam hidroponik Sistem Sumbu (Wick)
Dalam melakukan kegiatan hidroponik tanaman, wick system atau sistem sumbu merupakan salah satu sistem yang paling sederhana. Dinamakan sistem sumbu karena dalam pemberian asupan nutrisi melewati akar tanaman disalurkan dengan media atau bantuan berupa sumbu. Dalam sistem sumbu, media tanam hidroponik yang digunakan antara lain adalah kerikil, arang sekam, rockwool, sabut kelapa, dan media penopang lain yang bukan berasal dari tanah.
Hidroponik dengan sistem sumbu sangat cocok untuk Anda yang baru mencoba bertanam dengan hidroponik. Dengan bentuk sederhana serta proses perancangan yang tidak terlalu sulit tentu lebih mudah untuk dipelajari dan risiko mengalami kegagalan pun presentasenya sangat kecil. Anda bisa melakukan hidroponik sumbu di pekarangan rumah. Bentuknya yang kecil membuat cara bercocok tanam hidroponik dengan sistem wick tidak banyak memakan ruang.
Untuk mencoba sistem hidroponik yang paling mudah ini, diperlukan beberapa barang seperti botol bekas atau wadah-wadah bekas lain yang bisa ditemukan di sekitar kita. Prinsip kerja hidroponik sumbu ialah dengan menempatkan nutrisi pada potongan botol bagian bawah. Nutrisi tersebut akan menjalar melewati kain sumbu ke atas dan berada di antara media tanaman sehingga akar tanaman memperoleh nutrisi.
KELEBIHAN SISTEM SUMBU{WICK}:
1 Biaya untuk mengumpulkan bahan yang diperlukan tergolong sangat murah.
2 Bentuk yang sederhana dan pembuatannya yang mudah memungkinkan hidroponik wick bisa dilakukan oleh siapa saja.
3 Dikarenakan menggunakan media penyalur berupa sumbu maka frekuensi penambahan nutrisi bisa lebih jarang.
4 Tidak perlu mengeluarkan dana khusus untuk membayar biaya listrik sebagaimana ditemukan pada sistem hidroponik lain.
5 Mudah untuk dipindahkan.
KEKURANGAN SISTEM SUMBU{WICK}:
1 Jumlah tanaman yang dihidroponikkan apabila berjumlah banyak maka akan sedikit sulit dalam mengontrol pH air.
3 Hanya cocok untuk jenis tanaman yang tidak memerlukan banyak air. Hal ini disebabkan oleh kemampuan kapiler sumbu dalam menyalurkan nutrisi bersifat terbatas.
2. SISTEM IRIGASI (FERTIGASI)
Drip system atau sistem irigasi atau fertigasi juga termasuk salah satu cara bercocok tanam hidroponik yang paling sering dipakai oleh para petani dunia. Sistem irigasi lebih terkenal untuk menanam sayuran seperti cabai, terong, timun jepang, paprika, dan tomat. Sedangkan untuk buah yang paling umum ditanam dengan sistem irigasi adalah buah melon dan stroberi.
Teknik irigasi dianggap lebih hemat biaya. Hal ini bisa terlihat pada kegiatan pemupukan yang dapat dikurangi karena pupuk hanya diberikan bersamaan dengan proses penyiraman. Selain itu, sistem irigasi meningkatkan efisiensi pemakaian unsur hara karena pemberian pupuk hanya sedikit tetapi kontinyu. Kemungkinan kehilangan unsur hara seperti nitrogen, fosfor, kalium, sulfur, seng, dan zat besi akibat pencucian dan denitrifikasi juga ikut berkurang apabila menggunakan teknik fertigasi.
Untuk memulai bercocok tanam dengan sistem hidroponik irigasi ada beberapa alat yang diperlukan serta ruangan yang cukup besar, seperti dripper, nipper, microtube, wadah penampungan nutrisi, pompa, pipa nutrisi, polybag, dan timer. Prinsip dasar sistem irigasi adalah dengan mengalirkan larutan nutrisi dalam bentuk tetesan yang berlangsung secara kontinyu, terus menerus, serta sesuai takaran.
Sistem bercocok tanam ini tidak menggunakan media tanam tanah. Beberapa yang kerap digunakan misalnya serbuk sabut kelapa, sekam padi, perlit, vermikulit, dan zeolit. Sedangkan yang benar-benar lebih sering dipilih sebagai media tanam adalah cocopeat dan sekam padi dikarenakan lebih murah dan mudah untuk didapat.
KELEBIGHAN SISTEM FERTIGASI{IRIGASI}:
1 Waktu pemberian nutrisi harus sesuai dengan ukuran kedewasaan tanaman.
2 Dikarenakan menggunakan media selain tanah, maka memungkinkan akar tanaman lebih mudah tumbuh dan berkembang.
3 Menjamin kebersihan dan bebas dari penyakit.
4 Apabila serius dalam menjalankannya, maka sistem hidroponik fertigasi skala besar bisa menjadi ladang penghasilan yang cukup besar.
5 Hasil tanaman yang didapat lebih banyak dan mempunyai kualitas yang lebih baik.
6 Penggunaan nutrisi atau pupuk yang tepat.
KEKURANGAN SISTEM FERTIGASI{IRIGASI}:
1 Modal yang dibutuhkan untuk menyiapkan instrumen atau komponen perancang relatif tinggi.
2 Diperlukan wawasan lebih luas dan mendalam mengenai tanaman.
3 Perawatan ladang yang harus selalu dikontrol secara berkelanjutan.
4 Apabila terjadi gangguan atau kesalahan dan bahkan kerusakan pada sistem pengairan, maka akan berpengaruh terhadap hasil pertanian.
SEMOGA BERMANFAAT BUAT SAHABAT SEMUA DAN SELAMAT MENCOBA DAN SEMOGA BERHASIL
DAN SUPAYA HASILNYA LEBIH MEMUASKAN TAMBAHKAN POC DAN HORMONIK DALAM MERAWATNYA SEHINNGA NUTRINYA BISA TERPENUHI DENGAN BAIK
Salam berkebun
Jangan lupa like dan komentnyaπππ
Hidroponik telah berkembang semakin pesat semenjak pertama kali diperkenalkan oleh Dr. WF. Gericke di Universitas California, Amerika Serikat. Metode bercocok tanam tanpa menggunakan tanah ini diminati oleh banyak orang untuk tujuan komersial atau sebatas menyalurkan hobi. Kini, hidroponik telah mempunyai beberapa sistem dengan praktik yang paling mudah hingga tingkat kesulitan yang tinggi.
Setidaknya, ada 6 macam sistem bercocok tanam hidroponik yang perlu Anda ketahui, yakni
1 Sistem sumbu (wick system)
2 Irigasi (drip system)
3 Pasang surut (ebb & flow)
4 NFT (nutrient film technique)
5 Rakit apung (water culture)
6 Aeroponik.
Dari keenam sistem tersebut, Anda bisa mencoba dari tingkatan yang paling mudah apabila dalam proses belajar.
Namun saya tidak akan membahas semuanya karena akan panjang materinya dan itu akan membuat anda bosan untuk membacanya jadi pada kesempatan kali ini saya akan membahas 2 dulu yaitu sistem WICK atau lebih dikenal dengan sistem SUMBU dan sistem FERTIGASI atau lebih dikenal dengan sistem IRIGASI
1. SISTEM SUMBU (WICK)
Cara bercocok tanam hidroponik Sistem Sumbu (Wick)
Dalam melakukan kegiatan hidroponik tanaman, wick system atau sistem sumbu merupakan salah satu sistem yang paling sederhana. Dinamakan sistem sumbu karena dalam pemberian asupan nutrisi melewati akar tanaman disalurkan dengan media atau bantuan berupa sumbu. Dalam sistem sumbu, media tanam hidroponik yang digunakan antara lain adalah kerikil, arang sekam, rockwool, sabut kelapa, dan media penopang lain yang bukan berasal dari tanah.
Hidroponik dengan sistem sumbu sangat cocok untuk Anda yang baru mencoba bertanam dengan hidroponik. Dengan bentuk sederhana serta proses perancangan yang tidak terlalu sulit tentu lebih mudah untuk dipelajari dan risiko mengalami kegagalan pun presentasenya sangat kecil. Anda bisa melakukan hidroponik sumbu di pekarangan rumah. Bentuknya yang kecil membuat cara bercocok tanam hidroponik dengan sistem wick tidak banyak memakan ruang.
Untuk mencoba sistem hidroponik yang paling mudah ini, diperlukan beberapa barang seperti botol bekas atau wadah-wadah bekas lain yang bisa ditemukan di sekitar kita. Prinsip kerja hidroponik sumbu ialah dengan menempatkan nutrisi pada potongan botol bagian bawah. Nutrisi tersebut akan menjalar melewati kain sumbu ke atas dan berada di antara media tanaman sehingga akar tanaman memperoleh nutrisi.
KELEBIHAN SISTEM SUMBU{WICK}:
1 Biaya untuk mengumpulkan bahan yang diperlukan tergolong sangat murah.
2 Bentuk yang sederhana dan pembuatannya yang mudah memungkinkan hidroponik wick bisa dilakukan oleh siapa saja.
3 Dikarenakan menggunakan media penyalur berupa sumbu maka frekuensi penambahan nutrisi bisa lebih jarang.
4 Tidak perlu mengeluarkan dana khusus untuk membayar biaya listrik sebagaimana ditemukan pada sistem hidroponik lain.
5 Mudah untuk dipindahkan.
KEKURANGAN SISTEM SUMBU{WICK}:
1 Jumlah tanaman yang dihidroponikkan apabila berjumlah banyak maka akan sedikit sulit dalam mengontrol pH air.
3 Hanya cocok untuk jenis tanaman yang tidak memerlukan banyak air. Hal ini disebabkan oleh kemampuan kapiler sumbu dalam menyalurkan nutrisi bersifat terbatas.
2. SISTEM IRIGASI (FERTIGASI)
Drip system atau sistem irigasi atau fertigasi juga termasuk salah satu cara bercocok tanam hidroponik yang paling sering dipakai oleh para petani dunia. Sistem irigasi lebih terkenal untuk menanam sayuran seperti cabai, terong, timun jepang, paprika, dan tomat. Sedangkan untuk buah yang paling umum ditanam dengan sistem irigasi adalah buah melon dan stroberi.
Teknik irigasi dianggap lebih hemat biaya. Hal ini bisa terlihat pada kegiatan pemupukan yang dapat dikurangi karena pupuk hanya diberikan bersamaan dengan proses penyiraman. Selain itu, sistem irigasi meningkatkan efisiensi pemakaian unsur hara karena pemberian pupuk hanya sedikit tetapi kontinyu. Kemungkinan kehilangan unsur hara seperti nitrogen, fosfor, kalium, sulfur, seng, dan zat besi akibat pencucian dan denitrifikasi juga ikut berkurang apabila menggunakan teknik fertigasi.
Untuk memulai bercocok tanam dengan sistem hidroponik irigasi ada beberapa alat yang diperlukan serta ruangan yang cukup besar, seperti dripper, nipper, microtube, wadah penampungan nutrisi, pompa, pipa nutrisi, polybag, dan timer. Prinsip dasar sistem irigasi adalah dengan mengalirkan larutan nutrisi dalam bentuk tetesan yang berlangsung secara kontinyu, terus menerus, serta sesuai takaran.
Sistem bercocok tanam ini tidak menggunakan media tanam tanah. Beberapa yang kerap digunakan misalnya serbuk sabut kelapa, sekam padi, perlit, vermikulit, dan zeolit. Sedangkan yang benar-benar lebih sering dipilih sebagai media tanam adalah cocopeat dan sekam padi dikarenakan lebih murah dan mudah untuk didapat.
KELEBIGHAN SISTEM FERTIGASI{IRIGASI}:
1 Waktu pemberian nutrisi harus sesuai dengan ukuran kedewasaan tanaman.
2 Dikarenakan menggunakan media selain tanah, maka memungkinkan akar tanaman lebih mudah tumbuh dan berkembang.
3 Menjamin kebersihan dan bebas dari penyakit.
4 Apabila serius dalam menjalankannya, maka sistem hidroponik fertigasi skala besar bisa menjadi ladang penghasilan yang cukup besar.
5 Hasil tanaman yang didapat lebih banyak dan mempunyai kualitas yang lebih baik.
6 Penggunaan nutrisi atau pupuk yang tepat.
KEKURANGAN SISTEM FERTIGASI{IRIGASI}:
1 Modal yang dibutuhkan untuk menyiapkan instrumen atau komponen perancang relatif tinggi.
2 Diperlukan wawasan lebih luas dan mendalam mengenai tanaman.
3 Perawatan ladang yang harus selalu dikontrol secara berkelanjutan.
4 Apabila terjadi gangguan atau kesalahan dan bahkan kerusakan pada sistem pengairan, maka akan berpengaruh terhadap hasil pertanian.
SEMOGA BERMANFAAT BUAT SAHABAT SEMUA DAN SELAMAT MENCOBA DAN SEMOGA BERHASIL
DAN SUPAYA HASILNYA LEBIH MEMUASKAN TAMBAHKAN POC DAN HORMONIK DALAM MERAWATNYA SEHINNGA NUTRINYA BISA TERPENUHI DENGAN BAIK
Salam berkebun
Jangan lupa like dan komentnyaπππ
Cara membuat POC dari bonggol pisang
Bicara soal pohon pisang,bisa di anggap pohon multiguna.buahny bisa di makan,batangnya bisa buat acra wayang,daunnya bisa buat pembungkus,bahkan bonggolnya bisa di manfaatkan untuk pupuk.
Dan sudah terbukti kehebatan pupuk dari bonggol pisang ini.pasti penasaran kan gimana caranya?
Langsung aja ane kasih tau caranya baca baik-baik ya biar pahamππππ
Cara Membuat MOL Bonggol Pisang, Fungsi dan Manfaat MOL Bonggol Pisang
Banyak sekali manfaat dari sebatang tanaman pisang. Mulai dari daun, jantung, buah, batang serta bonggolnyapun bermanfaat. Bonggol pisang selain sebagai bahan membuat ZPT alami juga sangat baik digunakan untuk membuat MOL (Mikro Organisme Lokal). Seperti kita ketahui bahwa bonggol pisang mengandung hormon tumbuhan yakni giberelin dan sitokinin. Bonggol pisang juga mengandung mikro organisme yang berguna bagi tanaman. Diantaranya adalah ; mikroba pelarut phospat, aspergilus, azospirillium, aeromonas, bacillus, mikroba selulotik dan azotobacter.
MOL bonggol pisang sesuai dengan kandungannya (giberelin dan sitokinin) berfungsi sebagai perangsang pertumbuhan tanaman. MOL bonggol pisang juga bermanfaat sebagai pengurai (dekomposer) pada pembuatan pupuk kompos.
✅Bahan Membuat MOL Bonggol Pisang
1. Bonggol pisang 1 kg
2. Gula merah 2 ons
3. Leri/air cucian beras 2 liter
4. Air Kelapa 2 liter
5. EM4 tiga tutup botol
✅Cara Membuat MOL Bonggol Pisang
1. Bonggol pisang dilumatkan atau diblender
2. Larutkan gula merah dengan air cucian beras+air kelapa+em4
3. Masukkan semua bahan ke dalam jerigen, tutup rapat
4. Fermentasikan selama 2 minggu
5. Buka tutup setiap pagi selama -/+ 5 menit untuk membuang gas yang terbentuk agar tidak meledak
✅Cara Menggunakan
1. Untuk Penyemprotan ; 150-200 ml MOL dicampur dengan air bersih 14 liter. Semprotkan secara merata pada seluruh bagian tanaman..
2. Untuk Pembuatan Kompos ; campurkan 1 liter MOL dengan 5 liter air, tambahkan gula merah 1 ons. aduk sampai larut dan semprotkan atau disiramkan pada bahan kompos.
Demikian cara membuat MOL bonggol pisang, semoga bermanfaat.
Berbagi itu indah
Salam berkebunπππ
Dan sudah terbukti kehebatan pupuk dari bonggol pisang ini.pasti penasaran kan gimana caranya?
Langsung aja ane kasih tau caranya baca baik-baik ya biar pahamππππ
Cara Membuat MOL Bonggol Pisang, Fungsi dan Manfaat MOL Bonggol Pisang
Banyak sekali manfaat dari sebatang tanaman pisang. Mulai dari daun, jantung, buah, batang serta bonggolnyapun bermanfaat. Bonggol pisang selain sebagai bahan membuat ZPT alami juga sangat baik digunakan untuk membuat MOL (Mikro Organisme Lokal). Seperti kita ketahui bahwa bonggol pisang mengandung hormon tumbuhan yakni giberelin dan sitokinin. Bonggol pisang juga mengandung mikro organisme yang berguna bagi tanaman. Diantaranya adalah ; mikroba pelarut phospat, aspergilus, azospirillium, aeromonas, bacillus, mikroba selulotik dan azotobacter.
MOL bonggol pisang sesuai dengan kandungannya (giberelin dan sitokinin) berfungsi sebagai perangsang pertumbuhan tanaman. MOL bonggol pisang juga bermanfaat sebagai pengurai (dekomposer) pada pembuatan pupuk kompos.
✅Bahan Membuat MOL Bonggol Pisang
1. Bonggol pisang 1 kg
2. Gula merah 2 ons
3. Leri/air cucian beras 2 liter
4. Air Kelapa 2 liter
5. EM4 tiga tutup botol
✅Cara Membuat MOL Bonggol Pisang
1. Bonggol pisang dilumatkan atau diblender
2. Larutkan gula merah dengan air cucian beras+air kelapa+em4
3. Masukkan semua bahan ke dalam jerigen, tutup rapat
4. Fermentasikan selama 2 minggu
5. Buka tutup setiap pagi selama -/+ 5 menit untuk membuang gas yang terbentuk agar tidak meledak
✅Cara Menggunakan
1. Untuk Penyemprotan ; 150-200 ml MOL dicampur dengan air bersih 14 liter. Semprotkan secara merata pada seluruh bagian tanaman..
2. Untuk Pembuatan Kompos ; campurkan 1 liter MOL dengan 5 liter air, tambahkan gula merah 1 ons. aduk sampai larut dan semprotkan atau disiramkan pada bahan kompos.
Demikian cara membuat MOL bonggol pisang, semoga bermanfaat.
Berbagi itu indah
Salam berkebunπππ
Cara menyangkok dengan baik
- CARA CANGKOK BIASA
Versi saya.
Bahan & Peralatan :
1. Pohon
2. Media cangkok
3. Pisau/ Golok
4. Plastik
5. Tali plastik
6. Lidi kelapa
Urutannya :
Gambar 1.
Siapkan media cangkok, media cangkok bisa berupa :
- Cocopeat
- Pelepah kelapa yang sudah di proses lagi.
- Lumut (bukan lumut didalam air)
- Tanah
Membasahi media.. anda bisa menggunakan spray untuk membasahi media, bila tidak ada.. bisa gunakan jari jemari anda.. dengan cara memercikan air ke media cangkok. Tidak basah tetapi lembab, caranya mengetahui media yg pas (ambil segenggam.. lalu peras sekuat tenaga, jika tidak keluar air berarti kelembaban media sudah cukup).
Gambar 2.
Pilihlah pohon yang memiliki batang besar, karena saat diletak di pot batang yang besar akan lebih enak dipandang. Jika tidak ada batang kecil juga tidak masalah. (Ukuran batang paling kecil saya anjurkan sebesar jari telunjuk laki-laki / sebesar jempol perempuan).
Gambar 3.
Kerat kulit
Gambarb 4.
Kerat semua batang melingkar.. panjang keratan itu terserah anda. Semakin panjang. Maka nantinya akar yang tumbuh semakin leluasan untuk bergerak.
Gambar 5.
Bersihkan batang. Kerok sampai batang agak kasar, kulit bagian atas dirapikan tempat akar tumbuh. Bawah tidak perlu
Gambar 6.
Pasang plastik.. ikat bagian bawah menggunakan tali plastik tetapi sebelum mengikat gunakan lidi kelapa supaya plastik yang di ikat dapat berdiri lurus.
Gambar 7.
Isi media cangkok kedalam plastik. Sambil anda padatkan sekuatnya / seikhlasnya
Gambar 8.
Ikat bagian atas di atas tempat anda mengerok kulit.. di atasnya agak jauh. Cabut lidi td.. ikat tengah plastik 2-3 ikatan. Tujuannya supaya makin padat.
Gambar 9.
Anda lihat apakah batang cangkok terlalu tinggi
Jika dirasa iya. Anda bisa potong bagian atasnya.. atau anda bisa cangkok dibagian atas.. atau potong dan buang saja bagian atasnya.
Catatan :
- Pertumbuhan akar tergantung pada jenis tanaman yang anda cangkok, ada yang dibawah 1 bulan ada yg di atas 1 bulan baru akar keliatan banyak
- boleh pakai perangsang akar? Boleh
semoga bermafaat
Berbagi itu indah
Salam berkebun
Jangan lupa like dan komenya
Versi saya.
Bahan & Peralatan :
1. Pohon
2. Media cangkok
3. Pisau/ Golok
4. Plastik
5. Tali plastik
6. Lidi kelapa
Urutannya :
Gambar 1.
Siapkan media cangkok, media cangkok bisa berupa :
- Cocopeat
- Pelepah kelapa yang sudah di proses lagi.
- Lumut (bukan lumut didalam air)
- Tanah
Membasahi media.. anda bisa menggunakan spray untuk membasahi media, bila tidak ada.. bisa gunakan jari jemari anda.. dengan cara memercikan air ke media cangkok. Tidak basah tetapi lembab, caranya mengetahui media yg pas (ambil segenggam.. lalu peras sekuat tenaga, jika tidak keluar air berarti kelembaban media sudah cukup).
Gambar 2.
Pilihlah pohon yang memiliki batang besar, karena saat diletak di pot batang yang besar akan lebih enak dipandang. Jika tidak ada batang kecil juga tidak masalah. (Ukuran batang paling kecil saya anjurkan sebesar jari telunjuk laki-laki / sebesar jempol perempuan).
Gambar 3.
Kerat kulit
Gambarb 4.
Kerat semua batang melingkar.. panjang keratan itu terserah anda. Semakin panjang. Maka nantinya akar yang tumbuh semakin leluasan untuk bergerak.
Gambar 5.
Bersihkan batang. Kerok sampai batang agak kasar, kulit bagian atas dirapikan tempat akar tumbuh. Bawah tidak perlu
Gambar 6.
Pasang plastik.. ikat bagian bawah menggunakan tali plastik tetapi sebelum mengikat gunakan lidi kelapa supaya plastik yang di ikat dapat berdiri lurus.
Gambar 7.
Isi media cangkok kedalam plastik. Sambil anda padatkan sekuatnya / seikhlasnya
Gambar 8.
Ikat bagian atas di atas tempat anda mengerok kulit.. di atasnya agak jauh. Cabut lidi td.. ikat tengah plastik 2-3 ikatan. Tujuannya supaya makin padat.
Gambar 9.
Anda lihat apakah batang cangkok terlalu tinggi
Jika dirasa iya. Anda bisa potong bagian atasnya.. atau anda bisa cangkok dibagian atas.. atau potong dan buang saja bagian atasnya.
Catatan :
- Pertumbuhan akar tergantung pada jenis tanaman yang anda cangkok, ada yang dibawah 1 bulan ada yg di atas 1 bulan baru akar keliatan banyak
- boleh pakai perangsang akar? Boleh
semoga bermafaat
Berbagi itu indah
Salam berkebun
Jangan lupa like dan komenya
Subscribe to:
Posts (Atom)








